Ningsih Tinampi : “Saya Tak Pernah Menggalang Dana” Awas Penipuan.. !

Kemarin, Tanggal 6 Janari 2020 Bu Ningsih Tinampi kembali mengunggah sebuah video singkat. Tapi video yang hanya berdurasi 2,5 menit ini tak seperti biasanya,  yang mana menampilkan kegiatan pengobatan pasien, namun  Bu Ningsih Tinampi hanya sebatas memberi konfirmasi perihal adanya oknum yang membawa-bawa namanya untuk menggalang dana.

“Ojo percoyo .. !! (jangan percaya)” tegas Ningsih Tinampi pada video tersebut.

“Saya sama sekali tak pernah menggalang dana..” lanjut Ningsih.

“Orang yang tidak mampu jika berobat sama saya aja saya gratiskan. Untuk apa saya menggalang dana?!..  Ada-ada saja..” demikianlah Ningsih Tinampi menutup pembicaraannya.

Penipuan
Contoh Iklan yang disinyalir mencatut nama Ningsih Tinampi

Sesuai penelusuran, memang ada sebuah akun atas nama Achmad Jauhari, sejak 6 Oktober 2019 membuat kagiatan penggalangan dana sehubungan dengan pembukaan tempat praktek Ibu Ningsih Tinampi di Aceh.

Pada akun tersebut diuraikan bahwa dalam waktu dekat di Aceh segera dibuka cabang pengobatan Ningsih Tinampi. Sehubungan dengan hal itu maka dilakukan kegiatan pengumpulan dana (donasi) sukarela.

Dari halaman akun tersebut juga diperoleh informasi bahwa dana sumbangan yang sudah terkumpul sebesar Rp. 782.884,- dari target Rp.70.000.000,-. Pada kegiatan penggalangan dana tersebut juga menyebut  sebuah yayasan di Aceh Besar yang bernama YAYASAN BUNGONG AROE.

Berikut ini videonya :

Menanggapi adanya kegiatan penggalangan dana tersebut, TIM GABY yang mengawal bu Ningsih menyatakan bahwa ibu Ningsih Tinampi tidak pernah dihubungi oleh pihak manapun soal penggalangan dana untuk praktek pengobatan di Aceh.

Oleh sebab itu, dihimbau kepada masyarakat jangan percaya pada bentuk penipuan seperti kegiatan pengumpulan dana dll.

Klarifikasi dari Pihak YAYASAN BUNGONG AROE

Atas video yang diunggah oleh ibu Ningsih Tinampi tersebut, pihak Yayasan Bungong Aroe menyatakan dengan tegas dan menolak jika pihaknya dituduh melakukan penipuan yang mengatasnamakan Ningsih Tinampi. Sebab pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan ibu Ningsih Tinampi perihal rencana pembukaan tempat praktek di Aceh, sebagaimana yang disampaikan melalui  akun Facebooknya sbb :

https://www.facebook.com/YayasanBungongJaroeAceh/

KLARIFIKASI ATAS VIDEO GABY TEAM TGL 6 JANUARI 2020″

Tidak ada niatan kami untuk melakukan penipuan sedikitpun soal rencana pembukaan lokasi praktek ke 2 ibu Hj. Ningsih Tinampi di Gedung Aceh Training Center (ATC), semua rencana itu kami lakukan secara matang dan diketahui oleh Ibu Ningsih Tinampi dan beberapa pejabat tinggi di Parlemen Provinsi Aceh yang ikut kami ajak berdiskusi atas rencana tersebut.

Kami juga telah menyampaikan pada Ibu Ningsih, bahwa kami berencana akan terbang ke Pasuruan untuk mendiskusikan pematangan rencana tersebut sekaligus melakukan ‘training’ buat karyawan bagian Pendaftaran Pasien di Pandaan, Pasuruan untuk dapat mengoperasikan Aplikasi Pendaftaran Pasien Online lewat Website dan App Android guna memudahkan masyarakat Indonesia melalukan pendaftaran langsung dari HP mereka masing2.

Kami melakukan komunikasi rutin melalui WA dengan Ibu Ningsih lewat nomor beliau : 0812 XXXX 2910, komunikasi kami tersebut sejak Ibu liburan ke Bangkok – Thailand dan Jejak Rasul ke tanah suci hingga kemarin saat Ibu Umroh, hanya saja jawaban ibu saat itu “belum bersedia terbang ke Aceh” setiap 2 bulan sekali selama 6 hari untuk melayani pengobatan pasien-pasien dari 9 provinsi di pulau Sumatera, karena putra-nya bernama, Izan masih keberatan jauh dari ibu Ningsih.

Bahkan kami sudah mempersiapkan sebuah Aplikasi Pendaftaran Pasien Online buat ibu Ningsih yang hingga kini belum akan digunakan oleh ibu untuk tujuan agar pasien di seluruh Indonesia tidak lagi bolak-balik ke Pasuruan untuk datang hanya mendaftar saja, harapannya aplikasi itu dapat membantu masyarakat di 34 provinsi menghemat biaya transportasi ke Pasuruan.

Mengenai penggalangan dana melalui ‘kitabisa’ sudah tidak dilanjutkan lagi sejak Ibu Ningsih menyatakan belum bersedia melaksanakan layanan di Gedung ATC – Aceh tersebut guna dapat melayani pasien-pasien dari 9 provinsi di pulau Sumatera agar tak terlalu jauh menuju ke Pasuruan Jawa Timur, karena alasan dan jawaban Ibu Ningsih yang telah kami sebutkan diatas.

Yayasan Bungong Jaroe Aceh, bertanggungjawab penuh atas semua kampanye yang kami lakukan di media sosial berkaitan dengan rencana kami untuk dapat menyediakan tempat praktek ke 2 bagi Ibu Hj. Ningsih Tinampi di Banda Aceh. Dan kami juga tau resiko terburuk apa dan serangan apa yang bakalan kami alami nanti jika ikut membantu ibu Ningsih.

Bukan hanya Ibu Ningsih yang mengetahui rencana tersebut yang telah kami diskusikan sejak Oktober 2019 lalu, tetapi juga Pak Eko mengetahui rencana itu setelah beliau mengundurkan diri dari Gaby Team karena kesibukannya di kantor. Dan juga pernah dikomunikasikan juga dengan Mas Huda beberapa kali melalui nomer WA beliau di nomor: 0812 XXXX 8191.

Demikian hal ini kami sampaikan agar tak terjadi kesalah pahaman. Terima kasih.

Salam dari kami di Banda Aceh.

Entah bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya, mungkin saja terjadi kesalahpahaman atau salah pengertian.  Semoga semua permasalahan bisa segera diselesaikan dengan baik.
Untuk menghindari kasus penipuan yang mengatasnamakan Ningsih Tinampi, dihimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati
#juspare
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *