Pendapat Ahli Virology : “Virus Corona (Covid19) itu Tidak Berbahaya.. !”

 

Covid19
Virolog drh Moh Indro Cahyono

Dunia sedang mengalami gonjang-ganjing akibat terjadinya wabah Virus Corona (COVID19). Virus yang sesungguhnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu ini, sekarang muncul lagi dan menyerang manusia di seluruh penjuru dunia. Kabarnya, tercatat sudah ratusan ribu kasus terkait serangan virus corona kepada manusia dari berbagai bangsa dan negara.

Berita tentang wabah virus corona telah merebak luar biasa namun yang terjadi justru banyak informasi yang simpangsiur, bahkan ada pula yang bersifat hoax, yang membuat banyak orang merasa ketakutan akan bahaya Virus Corona ini.

Namun terlepas dari hiruk-pikuk semua pemberitaan tentang wabah virus corona, perlu kiranya kita mengetahui informasi yang benar dan sebenar-benarnya tentang apa dan bagaimana virus corona ini menyerang manusia.

Tentang COVID19 – VIRUS CORONA

Ada seorang ahli virology bernama drh. Moh Indro Cahyono, yang sehari-hari bekerja di laboratorium sebagai peneliti segala jenis virus khususnya yang ada di Indonesia, dari virus flu burung hingga virus yang lagi naik daun saat ini yaitu Virus Corona.

Sesuai penuturan Moh. Indro Cahyono, Virus Corona sesungguhnya bukanlah penyakit yang berbahaya. Memang keberadaan virus corona sudah ada sejak ratusan tahun sebelum masehi, sedangkan COVID-19 memang baru di ketemukan sejak terjadinya kasus Wuhan. Namuan demikian  COVID-19 bukanlah barang baru, sebab  virus ini masih termasuk keluarga Virus Corona.

Berikut ini penjelasan tentang Virus Corona dari Virologist Moh. Indro Cahyono ;

Jenis Virus Corona

Virus Corona itu banyak sekali jenisnya bahkan sampai ratusan. Corona Virus itu terbagi dalam 4 kelompok besar yaitu :

1. Alfa ; menyerang manusia

2. Beta ; menyerang hewan mamalia antara lain kelelawar, babi, anjing, kucing.

3. Delta : menyerang burung

4. Gamma : menyerang ikan paus. ayam dll

untuk Virus Corona yang menyerang manusia, adalah  SARS, MERS dan COVID-19.

Sekilas informasi tentang SARS dan MERS

Sekitar 858 orang telah meninggal karena penyakit Midde East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), yang ditengarai muncul pertama kali pada tahun 2012 di Arab Saudi. Kemudian menyebar ke di negara-negara lain di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa. Pada April 2014 di Amerika dikabarkan ada pasien pertama yang dirawat di rumah sakit di Indiana kemudian ada lagi di Florida dan keduanya baru saja pulang dari Arab Saudi.

Pada bulan Mei 2015, terjadi wabah MERS di Korea yang merupakan wabah terbesar di luar Semenanjung Arab. Kemudian di tahun 2003, terdapat  774 orang meninggal akibat serangan penyakit serupa yakni wabah sindrom pernapasan akut Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang parah. Penyakit MERS dan SARS adalah termasuk jenis virus Corona.

COVID-19

Corona Virus Disease 2019 atau disingkat COVID-19 adalah jenis corona virus yang baru diketemukan sejak terjadinya kasus pertama yang terjadi di kota Wuhan negeri Cina. Menurut Moh Indro Cahyono, COVID-19 ini sangat mirip dengan virus SARS.

Perbedaan antara SARS/MERS dan COVID-19 adalah pada dampak penyebarannya. Pada saat penyebaran virus SAR dan MERS, tidak cepat menyebar atau meluas namun memberi dampak yang fatal kepada penderita. Sedangkan penyebaran COVID-19 sangat cepat menyebar dan menimbulkan wabah di seluruh dunia, namun dampaknya atau yang korban yang meninggal secara proporsional sangat kecil yaitu 3-4 persen, Sebagaimana data yang dirilis pada Laporan online COVID-19 

Bagaimana COVID19 Menular dan Menyerang Manusia?

Covid-19 ditularkan melalui udara dari penderita kepada orang lain. Oleh sebab itulah mengapa sekarang ini dihimbau untuk tidak mendatangi kerumunan orang atau keramaian agar virus ini tidak mudah menyebar.

Mengapa manusia bisa tertular ?

Setiap manusia, siapapun itu bisa saja tertular oleh penyakit COVID-19 ini. Namun demikian, meskipun seseorang tertular, dampaknya tidak terlalu berbahaya asalkan memiliki daya tahan tubuh atau stamina yang baik.

Jadi persoalannya bukan pada ganasnya virus COVID-19, tapi karena kondisi tubuh seseorang yang sedang lemah (tidak fit) sehingga mudah tertserang virus COVID-19. Sama halnya dengan penyakit flu yang disebablamn oleh virus influenza. Jika seseorang sedang dalam kondisi sehat (fit), maka meskipun tertular virus flu, maka tak mudah sakit atau dengan kata lain memiliki kekebalan tubuh dari serangan penyakit flu.

Apa yang Bisa dilakukan ?

Semua penyakit yang disebabkan oleh virus tidak ada obatnya. Meski demikian, Tuhan menciptakan makhluk hidup termasuk manusia telah dilangkapi dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas).

Didalam tubuh manusia terdapat mekanisme kekebalan tubuh yaitu ketika virus masuk ke dalam jaringan tubuh, maka secara otomatis tubuh manusia akan memproduksi antibodi. Antibodi inilah yang akan membasmi virus yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh sebab itu, untuk menangkal serangan virus COVID-19 adalah dengan cara meningkatkan kemampuan memproduksi antibodi di dalam tubuh kita. Bagaimana caranya?

Yang pertama bisa dilakukan adalah dengan menjaga stamina agar tubuh tetap sehat dan fit, antara lain dengan :

  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menjaga pola makan yang baik dan teratur.
  • Berisitirahat dan tidur dalam waktu yang cukup (7-8 jam) sehari
  • Menambah makanan tambahan (supplement) yang mengandung vitamin C dan E.
  • Berolahraga yang teratur

Dengan menjaga kondisi tubuh tetap sehat. meskipun tertular COVID19, maka tubuh kita akan mampu melawan dan melumpuhkan serangan virus. Tanpa minum obat sekalipun, jika jumlah antibodi yang diproduksi tubuh cukup tersedia, maka dalam waktu 2 minggu akan sembuh dari sakit.

Jadi dapat disimpulkan bahwa COVID19 sesungguhnya tidak perlu dikhawatirkan, sebab tidak berbahaya selama kita dapat menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

Tingkatkan Kekebalan Tubuh Untuk Menangkal Panyakit Virus Corona

Yakin dan Percaya Diri

Yang terjadi saat ini di kalangan masyarakat adalah banyak yang merasa cemas dan takut akan terserang penyakit COVID19  akibat membaca berita dan informasi yang salah dan simpang-siur. Tanpa disadari, hal ini akan membentuk rasa ketakutan pada dirinya sendiri. Secara Psikologis, jika anda merasa ketakutan terhadap virus COVID19, maka kondisi ini justru akan memperberat penderitaan anda ketika sakit.

Oleh sebab itu, jangan merasa takut dan khawatir. Percayalah bahwa Tuhan telah memberikan sistem kekebalan tubuh pada kita untuk mnelawan semua jenis penyakit asalkan kita tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.  Yakinlah bahwa kita akan tetap sehat dan mampu bertahan dari serangan penyakit COVID-19, demikian yang disampaikan oleh Virolog Muh Indro Cahyono.

Untuk jelasnnya dapat disimak pada video berikut ini :

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *