Ningsih Tinampi :”Jika Manusia Mati, Bumi Belum Tentu Menerima !”

“Bumi adalah Ibu Kita Sejati” – Ningsih Tinampi

Pernahkah anda memikirkan tentang bumi yang kita injak setiap hari? Jangan salah, meski tampaknya diam, bumi sesungguhnya hidup sebab bumi adalah juga makhluk ciptaan Allah.

Pada artikel ini, mari kita mengaji kepada Bu Ningsih Tinampi, untuk mengetahui siapa dan bagaimana sesungguhnya bumi sebagai tempat tinggal manusia di dunia ini.

Bumi adalah makhluk Allah yang menyimpan falsafah yang perlu kita pahami. Bumi melambangkan pengorbanan, kesabaran, keikhlasan dan ketulusan, juga kesetiaan yang tinggi. Bagaimana tidak?

Bumi ini diperlakukan seperti apapun oleh manusia tak pernah mengeluh. Setiap hari diinjak-injak, di ludahi, dikencingi, juga oleh manusia digunakan sebagai tempat menampung kotoran dan segala macam sampah, pedek kata bumi sebagai sesuatu yang hina,  namun demikian bumi tetaplah sabar dan ikhlas.

Tapi dibalik itu semua, pernahkah anda menyadari bahwa keberadaan bumi ini sangat membantu kehidupan manusia? Bumi menghasilkan berbagai macam hasil pertanian dan perkebunan  juga di dalam perut bumi terkandung berbagai mineral dan produk pertambangan yang semuanya bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Bumi ini mempunyai sifat keibuan, yang senantiasa merawat anak-anaknya  yaitu umat manusia. Oleh sebab itulah, maka bumi ini dikatakan oleh Ningsih Tinampi sebagai ‘ibu yang sejati’.

ibu sejati

Oleh sebab itu, janganlah durhaka kepada bumi sebab siapapun yang durhaka kepada ibu apalagi kepada ibu sejati, sudah pasti akan memperoleh balasannya nanti. Manusia yang durhaka kepada bumi antara lain adalah manusia yang tak tau berterimakasih kepada bumi, yaitu manusia yang suka merusak lingkungan, merusak alam, membakar hutan dlsb. Manusia-manusia semacam itu, suatu saat nanti pasti akan menrima azab baik di dunia maupun diakhirat, tinggal menunggu waktunya saja.

Jika suatu saat kita menerima uang atas hasil dari bumi, maka jangan dihambur-hamburkan dan jangan digunakan untuk foya-foya yang tak ada perlunya. Manfaatkan hasil bumi dengan sebaik-baiknya sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Yang pertama kali menerima kita setelah mati adalah bumi. Jika manusia mati dalam keadaan durhaka kepada bumi, jangankan langit, bumi saja tak akan mau menerimanya”,  demikian Ningsih Tinampi berulang kali mengingatkan kita di berbagai kesempatan.

Oleh sebab itu sebelum kita mati, sering-seringlah berkirim Al-Fatihah kepada bumi. Hal ini ibarat kita memesan tempat tinggal yang damai di dalam bumi, untuk kita tempati setelah kita mati.

Mendo’akan bumi

Ningsih Tinampi menyampaikan nasihat kepada kita semua, agar kita segera menyadari bahwa kita semua sebagai makhluk Allah harus mencintai bumi setulus hati, sebagaimana seorang anak mencintai ibunya.

Bahkan Ningsih Tinampi mengaku bahwa setiap hari setelah selesai sholat dan berdzikir, tak lupa bersujud kepada bumi sebagai tanda cinta, seraya berdo’a kepada Allah SWT, agar diberikan keberkahan hidup diatas bumi.

“Setelah saya sholat, saya selalu mendoakan dan mengirim Al-Fatihah 3 kali kepada bumi”, kata Ningsih Tinampi

Siksa Kubur di dalam bumi

Setelah manusia mati, akan mengalami siksa kubur. Jika ada yang tidak percaya, Ningsih Tinampi memberi kesempatan bagi yang punya indera, yang ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam bumi, Ningsih akan membuka mata bathin agar bisa menyaksikan kejadian ghaib di dalam bumi. Dijamin akan menangis ketakutan melihat kondisi yang sangat mengerikan, saat melihat manusia yang sedang disiksa di alam kubur.

Di dalam bumi sangat mengerikan. Campur aduk antara api yang menyala-nyala, dimana-mana darah yang menggenang dan bercampur nanah.. sungguh amat mengerikan.. !” ungkapnya

Meskipun manusia dalam hidupnya kaya raya, dengan jabatan setinggi langit sekalipun, tapi jika sudah mati, maka kemana perginya? Apapun dan bagaimanapun sebab musabab kematiannya, tetap saja semuanya akan masuk ke dalam bumi.

Gambaran Tentang Kematian

Lebih lanjut, Ningsih Tinampi memberi sedikit gambaran tentang kematian. Taukah anda, apa yang terjadi ketika manusia sudah mati?

Setelah manusia mati,  maka secara ghaib bumi akan terbuka dan manusia akan terseret masuk ke dalamnya.  Mengenai hal ini, Ningsih menjelaskan bahwa manusia yang buruk perilakunya semasa hidup di dunia, maka ketika dia mati akan masuk ke dalam bumi, tapi seketika itu juga bumi menolak. Sukma manusia dengan cepat terlempar keluar dari bumi.

“Saya menyaksikan sendiri. Ketika manusia mati, bumi seolah terbuka dan menyeret manusia masuk ke dalamnya. Tapi sesaat kemudian, tiba2 bumi menutup  kembali dan ada yang terlempar keluar menjadi siluman , pocong, genderuwo dll dan bergentayangan, ada yang terjepit. Ada juga yang terlempar keluar bersama batu-batuan. ” kata Ningsih.

“Mengerikan sekali”, lanjut Ningsih.

Semua manusia pasti berdosa. Tak ada manusia sekarang yang tak punya dosa. Oleh karena itu, Ningsih Tinampi mengajak kita semua untuk kembali ke jalan Allah, dan segera meninggalkan semua perbuatan jahat dan maksiat.

Lebih jelasnya, simak video berikut ini :

Demikian semoga bermanfaat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *