“Saya Sungguh Menyesal..”. Pengakuan Dukun Santet Di Siksa Kubur

Sewaktu masih hidup di dunia, manusia tak pernah percaya bahwa suatu saat nanti akan ada kehidupan setelah kematian. Mereka berbuat sekehendak hatinya, melakukan kejahatan, maksiat, merugikan dan menyusahkan orang lain. Bahkan untuk membunuh orang demi memperoleh uang, merekapun juga sama sekali tak  merasa punya beban dosa.

Mungkin saja mereka tak punya iman dihatinya dan menganggap bahwa kehidupan setelah kematian itu tidak ada. Namun setelah mereka mati dan mengalami siksa di dalam kubur, barulah mereka menyesal karena ternyata siksa kubur itu benar-benar ada dan akan dialami oleh semua manusia yang semasa hidupnya banyak berbuat dosa.

Demikianlah seperti yang ditayangkan dalam sebuah video, dimana Ningsih Tinampi sedang mengobati pasien yang sedang kerasukan sukma dukun santet di dalam tubuhnya.

Seperti biasa, Ningsih Tinampi kemudian bertanya, tentang apa yang diperbuat semasa hidup di dunia sehingga bisa jadi seperti ini. Sukma dukun santet itupun mengaku bahwa dirinya dulu adalah dukun santet yang seringkali membunuh orang, asalkan ada yang membayar. Saking seringnya membunuh orang melalui ilmu santet yang dimilikinya, maka seolah menjadi suatu kebiasaan dan tak peduli lagi dengan apa yang diperbuat demi memperoleh uang.

Lebih lanjut, si dukun santet bercerita bahwa dirinya di alam kubur setiap hari disiksa tiada henti. Dia merasakan penderitaan yang begitu berat padahal masih berada di alam kubur. Bagaimana rasanya jika nanti sudah masuk ke dalam Neraka? Tentu berkali-kali lipat pedihnya.

siksa kubur

Tubuh saya digigit dan dicabik-cabik oleh banyak binatang, karena perbuatan jahat saya” begitu pengakuannya.

Saya tak pernah berhenti dipecut, digebuki oleh makhluk penjaga kubur. Begitu di pecut, tubuh saya hancur, gosong dan saya merasakan sakit yang luar biasaa. Setelah tubuh saya hancur, dikembalikan lagi seperti semula. Setelah itu saya di pecut dan digebuk lagi hingga tubu saya hancur. Lalu dikembalikan jadi utuh lagi, begitulah seterusnya, berulang-ulang dan tiada henti-hentinya”

“Begitulah rasanya jadi orang yang semasa hidup di dunia berperilaku buruk seperti saya ini” kata si dukun menyesali perbuatannya.

“Saya tak bisa lagi memberi nasihat kepada anak-anak saya, agar jangan berbuat seperti yang saya lakukan. Tapi saya tak bisa berbuat apa-apa lagi karena saya sudah mati”

“Saya bahkan tak bisa menangis lagi sebab saya sudah larut dalam penderitaan yang teramat dalam. Jika ada yang mengirim Al-Fatihah kepada saya, badan saya malah terasa makin panas. Rasanya saya tak sanggup lagi menanggung siksaan ini”

“Saya benar-benar menyesal, kenapa sewaktu hidup di dunia saya tak segera bartaubat”

Lebih lengkapnya, silakan menonton video ini :

Demikianlah semoga dapat dipetik hikmahnya..

.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *