Pasien Ningsih Tinampi Bisa Sembuh Karena Efek Plasebo

Seorang Laki-laki rebah di ranjang sempit yang hanya bisa ditiduri satu orang. Sementara di depannya, ada Ningsih Tinampi, seorang perempuan sakti asal Pasuruan Jawa Timur bertanya tentang keluhan atas penyakit yang dideritanya. persis seperti dokter saat melakukan diagnosis kepada pasiennya.

“Sudah berapa kali terapi mas?”

Dengan suara lemah dia jawab bahwa hari itu adalah yang kedua kali dia datang. Meski demikian, dia sudah bisa memberi banyak testimoni. Katanya, sewaktu datang pertama, harus dibantu dengan kursi roda, dan pada bagian perutnya terasa keras dan bengkak, hingga susah kalau melakukan gerakan sholat.

Tapi setelah dilakukan terapi oleh bu Ningsih dan juga rutin minum jus pare, dia sudah bisa berjalan. Perutnya juga tak benkak lagi dan mengempis. Ningsih kemudian memberi terapi lanjutan yaitu dengan menekan-nekan bagian perut, kepala, punggung dan kedua kaki. Ia juga menepuk agak keras pada bagian dada laki-laki itu

“Ya inilah mukjizat, hanya empat hari…” ujar Ningsih seolah menunjukkan bahwa terapinya memang manjur.

Laki-laki itu kemudian mengangkat kedua ibu jarinya di akhir cerita, dan sepertinya memberi simbol ‘Bagus, Mantap, Top, Keren’ Pengakuan laki-laki itu kemudian disambut dengan doa dan saran-saran kesehatan lain oleh Ningsih.

Laki-laki itu disarankan agar tak mengonsumsi ikan laut, karena menurut Ningsih bisa memicu rasa gatal. Jika diterawang secara gaib, lanjutnya, liver akan membengkak, membusuk, dan banyak belatung.

Peristiwa itu telah direkam kamera dan diunggah di akun Youtube nya dengan judul “Ganasnya Penyakit Liver”. Sejak awal pengunggahannya, video ini sudah ditonton hampir 46 ribu kali dalam sebulan.

Ningsih memang sangat sering mempublikasikan aktivitas pengobatan alternatifnya ke media sosial, cara promosi yang jarang dilakukan oleh dukun, tabib, atau profesi sejenisnya.

Oleh sebab itulah maka akun Ningsih cepat sekali viral dan terkenal. Akun Youtube yang dibuat pertama kali pada 7 Agustus 2018, kini  telah memiliki 1,8 juta pengikut (per 5 Desember 2019).

Klaim pasiennya bahkan telah mencapai 30 ribu orang dengan antrean pendaftaran hingga dua tahun ke depan.

efek plasebo

Ningsih dan Para Tabib Kesehatan Lain

Ningsih Tinampi adalah fenomena kesehatan yang terus berulang di Indonesia. Ia seolah jadi gambaran kegagapan masyarakat terhadap ilmu pengobatan modern, sekaligus kegagalan pemerintah menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas, dan mudah diakses.

Sebelum Ningsih, kita sudah mengenal banyak terapi kesehatan alternatif lain yang tidak berbasis sains. Sebut saja ketenaran Klinik Tong Fang di kisaran tahun 2012-an. Lalu, mundur lebih jauh ke 2009 ada kisah dukun cilik Ponari. Keduanya sama-sama memberi klaim bisa menyembuhkan beragam penyakit tanpa perlu pergi ke dokter.

Jika di Klinik Tong Fang pasien disuruh minum racikan jamu dari Cina, maka pasien Ponari cuma perlu meminum air yang dicelup batu sakti, dengan bayaran seikhlasnya. Iming-iming harga murah dan jaminan kesehatan membikin terapi-terapi kesehatan alternatif ini ramai dikunjungi orang-orang pendamba keajaiban.

Pengobatan Ala Dukun dan Tabib, Manjurkah?

Pengobatan seperti yang ditawarkan Ningsih dan Ponari sama sekali tidak memiliki landasan keilmuan. Dua-duanya malah menjual cerita-cerita spiritual di balik kemampuannya menyembuhkan pasien. Batu ajaib milik Ponari kabarnya ditemukan saat ia bermain hujan-hujanan. Saat dibuang, batu itu secara gaib kembali lagi ke rumah Ponari.

Sementara Ningsih mengaku dapat kekuatan saat diselingkuhi mantan suaminya. Saat itu Ningsih pergi ke dukun dan justru diberitahu bahwa ia memiliki energi untuk menyembuhkan penyakit dan mengusir jin. Jika dicerna secara akal sehat, kemampuan keduanya terasa mustahil. Tapi mengapa banyak orang yang memberi testimoni positif?

Jawabannya bisa dijabarkan secara ilmiah, yakni efek plasebo, di mana kekuatan pikiran (gagasan otak) dapat merangsang penyembuhan dengan meyakini perawatan bertujuan untuk pengobatan. Sebuah studi yang terbit di Science Translational Medicine (2014) menyimpulkan, dalam keadaan yang tepat, efek plasebo memiliki setengah dari tingkat keberhasilan perawatan nyata.

Sekarang kita tahu alasan mengapa masyarakat lebih menyukai pengobatan Ningsih dan Ponari. Lewat efek plasebo, mereka menjanjikan peningkatan kontrol diri, percaya diri, perbaikan kesehatan. Meski semuanya semu karena efek plasebo tidak menyasar sumber asli penyakit.

Penulis : Aditya Widya Putri

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *