Merasa Dirinya Paling Benar, Ustadz ini Minta Ningsih Tinampi Bertaubat

Keberadaan Ningsih Tinampi memang menjadi polemik dan menuai pendapat pro dan kontra.  Banyak pihak yang meragukan kemampuan Ningsih Tinampi dalam menyembuhkan pasien yang menderita sakit non medis, bahkan ada pula yang menganggapnya dukun palsu.

Memang, setiap individu boleh saja berpendapat apapun, sesuai dengan pemikirannya sendiri. Tapi yang sungguh mengherankan, adalah justru terjadi pada orang-orang yang mengaku dirinya ustad/ulama yang mana mereka menanggapi fenomena Ningsih Tinampi ini dengan menggunakan dalil-dalil dan ayat Al ‘quran sebagai dasar untuk menghentikan kegiatannya dalam mengobati pasien.

Bermacam cara yang dilakukan untuk menghalangi Ningsih Tinampi, dari yang sekadar berkomentar, mengingatkan, menganggap sesat dan merusak akidah agama, bahkan ada pula yang mengancam ingin membunuh Ningsih Tinampi beserta anak-anaknya.

Sangat ironis sekali bukan?

Apalagi bagi para praktisi paranormal/supranatural, ada yang menyindir, merendahkan bahkan mengancam Ningsih Tinampi agar tidak melanjutkan kegiatannya dalam rangka mengobati pasien yang sakit.

Bukankah lebih baik jika anda yang memiliki kemampuan supanatural, justru ikut membantu bu Ningsih dalam berjuang dalam misi kemanusiaan menolong sesama dengan cara menghancurkan semua jenis ilmu hitam dan memberantas dukun santet yang ada?

Tapi kenapa ini tidak kalian lakukan dan malah bersikap sok pintar dan merasa punya ilmu yang lebih tinggi dibandingkan Ningsih Tinampi?

Kenapa kalian bersikap sombong dan memendam rasa iri dan dengki? Bukankah sikap demikian ini justru menjadi kontraproduktif?

TERNYATA DIA USTADZ

Ada sebuah video yang menayangkan seseorang dengan memakai pakaian  tradisional khas Jawa (surjan). Sepintas orang tentu menilainya sebagai budayawan, tetapi apa yang disampaikannya ternyata soal agama.

Siapa sesungguhnya orang yang ada di dalam video tersebut?

Usut punya usut, ternyata dia adalah seseorang yang dipanggil ustadz oleh pengikutnya. Nama lengkapnya USTADZ MUHAMMAD FAIZAR H.

 

ustadz

 

Dari penelusuran akun facebooknya, memang M Faizar  ini juga dikenal sebagai ustadz yang juga bisa mengobati orang dengan metode Ruqiyah.

Berarti dengan demikian, sesungguhnya dia juga punya kapasitas dalam melakukan penyembuhan, namun entah apa maksud dan tujuannya yang menyuruh Ningsih bertaubat dengan berdasarkan ayat Qur’an.

Lalu mengapa dia berpenampilan seperti itu? Apakah hanya sekadar untuk meledek, melecehkan atau untuk menyembunyikan jati dirinya?

Okelah untuk sementara kita sisihkan dulu perihal penampilannya itu, sebab hal itu juga tak penting untuk  dipersoalkan.  Lebih baik membahas apa yang disampaikannya melalui video tersebut.

Ustadz ini mencoba untuk meyakinkan orang dengan mencuplik sebuah ayat yaitu QS Maryam Ayat 64 :

 

وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ
Wa mā natanazzalu illā bi`amri rabbik

 

Diapun menterjemahkam penggalan ayat tersebut dengan ” Dan tidaklah kami turunkan kepada engkau wahai Muhammad kecuali atas izin dari Tuhanmu..”

Kemudian dia memberi ilustrasi tentang konteks turunnya ayat tersebut (asbabun nuzul), yaitu singkat cerita, pada suatu ketika Malaikat Jibril yang sudah lama tak bertemu dengan Nabi Muhammad, ketika ditanya oleh Nabi, mengapa sekian lama tak juga datang? Malaikat Jibril pun menjawab bahwa kedatangannya kepada Nabi harus menunggu izin terlebih dahulu dari Allah.

Apa yang disampaikan oleh M Faizar tersebut tidak ada permasalahan dan memang begitulah kisah turunnya ayat 64 pada Surat Maryam tersebut.

Namun yang jadi persoalan adalah ketika dia menjadikan ayat tersebut sebagai dasar bahwa Ningsih Tinampi dinilai menyimpang dari ketentuan.

 

ustadz

TIDAK TEPAT DALAM MENGAPLIKASIKAN AYAT

M Faizar juga memberi penjelasan bahwa untuk Nabi Muhammad saja yang telah diampuni segala dosa-dosa dan sudah pasti masuk Surga (ma’sum) ketika ingin bertemu Malaikat Jibril harus menunggu izin dari Allah.

Lalu bagaimana bisa seorang Ningsih Tinampi yang nota bene tak pernah mondok, tak bisa baca Qur’an, hanya hafal beberapa surat pendek, dengan mudahnya mengaku-ngaku bisa mendatangkan malaikat dan bahkan mendatangkan Rasulullah?

Nah, disini makin jelas bahwa M Faizar ini telah keliru dalam mengaplikasikan ayat tersebut dalam rangka untuk menyatakan bahwa  Ningsih Tinampi telah melanggar ketentuan dalam Al Qur’an.

Padahal jika dilakukan analisis lebih lanjut, bahwa Ningsih Tinampi dalam videonya tak pernah menyatakan bahwa apa yang dilakukannya itu tanpa seizin Allah. Ningsih juga tidak pernah mengatakan bahwa semuanya itu terjadi atas kehendak dirinya sendiri.

Justru Ningsih Tinampi pada video-video yang lainnya seringkali menyampaikan, bahwa dirinya itu hanyalah orang ‘mbladus’ (bhs. Jawa) yang maksudnya bukan orang baik. Dia juga mengaku bukan ustadzah dan tak banyak tau tentang ilmu agama. Sedangkan ilmu yang dikuasainya itu juga sebatas titipan dari Allah untuk dimanfaatkan bagi kemanusiaan.

Dalam proses menyembuhkan pasien, Ningsih juga seringkali mengatakan bahwa tanpa izin dari Allah, mustahil dia bisa menyembuhkan penyakit.

Mengapa? Sebab menurutnya, hanya Allah SWT yang mampu menyembuhkan semua penyakit. Dirinya itu hanyalah  makhluk lemah yang tak punya kemampuan apa-apa.

Hal lainnya yang penting adalah, darimana si ustadz ini mengetahui bahwa Ningsih Tinampi tak memperoleh izin dari Allah ketika menghadirkan para malaikat dan nabi? Bukankah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? Jika Allah berkehendak, apapun tentu bisa saja terjadi dan siapapun tak bisa menghalangi !.

Apakah dengan demikian si ustadz ini mengetahui segala yang terjadi pada diri Ningsih Tinampi, sehingga dia berani meminta Ningsih untuk bertaubat?

Jika memang dia merasa manusia biasa yang tak bisa mengetahui semua yang terjadi, mengapa lalu menyimpulkan sendiri, bahwa Ningsih telah melanggar ketentuan Tuhan?

Apakah dia sedang lupa dan seolah-olah merasa bahwa dirinya adalah Tuhan yang bisa mengetahui segala sesuatu yang terjadi? Justru seharusnya si Ustadz sendirilah  yang seharusnya bertaubat, sebab dia tak merasa bahwa dia seolah sedang menjadi Tuhan.. !

MENYIMPULKAN SENDIRI BERDASAR PERSEPSI SENDIRI

Sampai disini makin tampak bahwa Ustadz M Faizar ini tidak banyak mengikuti video-video Ningsih Tinampi lainnya, sehingga dengan gegabahnya dia menyimpulkan persoalan terkait Ningsih Tinampi sesuai dengan persepsinya sendiri.

Ningsih Tinampi sudah seringkali menyatakan bahwa kesembuhan yang dialami oleh semua pasien itu adalah atas izin dan kehendak Allah. Jika Allah tak mengizinkan, maka pasien juga tak akan bisa sembuh.

Berdasarkan hal ini, maka ketika Ningsih Tinampi hendak menghadirkan para Malaikat dan Nabi sudah barang tentu dia memohon izin kepada Allah. Selain itu Ningsih juga selalu memulainya dengan mengucapkan kalimat ‘Basmalah’ yaitu ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang “

Jadi jelas disini bisa disimpulkan bahwa Ningsih Tinampi dalam melakukan kegiatan apapun selalu mohon izin kepada Allah SWT.

MENASEHATI NINGSIH TINAMPI

Ustadz M Faizar tak menyadari kekeliruan pada dirinya sendiri dan merasa bahwa dirinyalah yang paling benar, sehingga pada akhir videonya itu, dia sempat menasehati Ningsih Tinampi agar bertaubat karena pernuatan Ningsih Tinampi diangggap telah menyimpang dari kaidah dan nash-nash yang ada di dalam Al Qur’an maupun As Sunnah.

Aneh juga khan? Siapa yang melanggar ketentuan Allah?

Disisi lain, apabila dilihat dari faktor usia, penampilan M Faizar ini terlihat jauh lebih muda dibanding Ningsih Tinampi. Tapi perilakunya seperti orang yang tak punya etika. Istilahnya orang betawi bilang, ‘Anak kemaren sore aja belagu, lu.. !”

Seharusnya orang yang lebih muda menghormati yang tua. Akan lebih baik, jika M Faizar datang langsung ke kediaman Bu Ningsih, jika ada yang menurutnya menyimpang, bukan malah membuat video dan menyebarluaskannya di media sosial.

Mau numpang tenar ya, tad..”

Demikianlah, semoga dapat dipetik hikmah..

#juspare

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *