Kisah Ningsih Tinampi Membasmi Dukun Santet

 

Tertulislah sebuah kisah tentang seorang perempuan yang bernama Ningsih Tinampi. Dari sebuah daerah di kawasan Jawa Timur tepatnya di Pandaan, kisah ini dimulai.

Nigsih Tinampi terlahir dari keluarga sederhana di desa, bahkan ketika masih kecil, Ningsih sempat merasakan pedihnya hidup dalam kekurangan. Sebagai seorang perempuan tomboy, Ningsih tampil sebagai perempuan tangguh melawan kerasnya hidup yang dialami. Dia berusaha bekerja sebagai tulang punggung keluarganya.

Ningsih pada pernah mengelola bisnis catering kecil-kecilan, melayani pesanan dari warga di sekitar kampungnya. Ningsih remajapun jatuh cinta kapada seorang pria yang saling cinta dan mencintai. Hubungan cinta kasihnya itupun akhirnya berlanjut di panggung pelaminan.

Bersama suaminya, Ningsih yang memiliki kemauan keras untuk berjuang dalam hidup, tentu ingin memperbaiki kehidupannya. Usaha catering miliknyapun terus berkembang, dan sejalan dengan itu tanpa disangka-sangka Prahara bertiup kembali menerpa setiap sisi kehidupan Ningsih muda.

Suaminya yang dulunya sangat mencintainya, tiba-tiba berubah drastis. Kebahagiaan keluarga yang pernah terjalin berubah menjadi neraka di dalam rumah. Suaminya terjebak dalam perselingkuhan dengan perempuan membuat  Ningsih merasakan penderitaan yang luar biasa.

“Awalnya karena galau suami saya selingkuh,” ujarnya saat ditanya media setempat.

Melihat suami tercintanya selingkuh, dan keluarga kecilnya mulai retak, Ningsih mencoba mencari jalan keluar dengan berbagai cara agar suaminya bisa kembali mencintainya. Banyak dukun didatanginya untuk meminta bantuan agar suaminya kembali mencintainya. Dia meyakini suaminya terkena santet agar berpaling darinya.

Setiap hari, bahkan Ningsih mengeluarkan uang hingga Rp 600 ribu untuk membayar dukun, namun suaminya tidak kunjung sembuh.

Hingga, seorang kakek tetangganya menceritakan bahwa Ningsih sejak kecil memiliki kemampuan di tubuhnya yang dapat menyembuhkan santet, namun belum mengetahui cara memasukan ilmu yang menempel tersebut.

Hingga pada suatu titik balik, Ningsih akhirnya sadar perpecahan pada keluarnya adalah cobaan sebelum ilmu yang dimiliki masuk ke tubuh. Dengan dibantu seseorang, akhirnya ilmu yang nempel sejak kecil masuk di tubuhnya. Ilmu tersebut disebut ilmu bismilah.

Katanya, mahluk gaib menyerupai gadis cantik yang memiliki ilmu putih masuk ke tubuhnya, dan akhirnya Ningsih dapat memiliki kemampuan hingga saat ini.

Itu baru awal, dia kemudian mencoba mentransformasikan kemampuan untuk mengobati orang. Bermula dari tetangganya yang sakit kaki, dengan sedikit doa dan kaki pasien yang sakit ditendang oleh Ningsih, pasien tersebut sembuh.

Ningsih belum mengetahui cara atau teknik mengobati pasien. Dia menendang pasien untuk kesembuhan karena sebelumnya Ningsih sering berlatih karate.

Hingga pada suatu hari pasien lumpuh yang tak dapat bergerak bisa disembuhkan oleh Ningsih. Dari sana orang mengagumi kemampuan yang dimiliki wanita karateka itu.

Dari sana dia kemudian mulai keliling mencari pasien dari pintu ke pintu. Dia tidak mematok biaya berobat alias seiklas kemampuan pasien. Namun, momen sangat tepat digunakan Ningsih dengan mengunggah video pengobatan ke YouTube.

Itulah awal kesuksesan Ningsih Tinampi, Sang Pembasmi Santet. (red)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *