Kisah Pak Eko Sejak Bersama Ningsih Tinampi Hingga Pecah Kongsi

Orang memanggilnya “Pak Eko”

Sepenggal kisah antara Pak Eko dan Ningsih Tinampi

“Masuk Pak Eko..!!” Begitulah candaan yang seringkali dilontarkan dari orang-orang di sekitarnya saat Pak Eko membantu Bu Ningsih Tinampi mengobati pasiennya. Nama Pak Eko bagi Ningsih Tinampi tak kan pernah bisa terlupakan, sebab bersama Pak Ekolah, Ningsih Tinampi memulai karirnya sebagai praktisi penyembuhan alternatif.

Mungkin sudah lebih dari 5 tahun lalu, Pak Eko dan Bu Ningsih selalu bersama meniti jalan kemanusiaan yaitu menolong orang sakit khususnya sakit non medis.

“Saya dulu keliling dari kampung ke kampung mencari orang sakit untuk saya sembuhkan. Pada awalnya, banyak yang tak percaya dengan saya, sebab penampilan saya tidak seperti sekarang (pakai jilbab). Dulu saya pakai baju suka-suka saya aja, yang penting nyaman. Makanya kalau dilihat dari penampilan saya dulu, orang gak akan menyangka kalau saya bisa menyembuhkan penyakit non medis” begitu Ningsih memulai kisahnya.

Saya kemana-mana pergi selalu bersama pak Eko. Saya gak punya uang waktu itu dan Pak Ekolah yang banyak membantu saya membeli bensin dari gajinya.” Ningsih mengaku.

Demikianlah Ningsih Tinampi membuka kembali kisah masa lalunya yang penuh dengan perjuangan yang keras.  Tujuan bu Ningsih sederhana saja yaitu hanya ingin menolong orang sebab itu merupakan bagian dari ibadah dan diajarkan di dalam agama Islam.

Suatu ketika Bu Ningsih pernah dipanggil ke suatu tempat yang lokasinya di pelosok desa untuk menyembuhkan orang sakit disana. Setelah pasien selesai diobati, dipikirnya akan memperoleh banyak uang, eh ternyata ala kadarnya saja.

“Untuk beli bensin kembali pulang aja gak cukup”, kata Ningsih sambil tersenyum. “Yang membelikan bensin ya pak Eko..!, “kenang Ningsih

pak eko dan ningsih tinampi
Dimana ada Bu Ningsih selalu ada Pak Eko..

Pak Eko juga pasien bu Ningsih

Pak Eko sebelumnya kenal dengan Bu Ningsih memang sudah bekerja sebagai karyawan. (mungkin bekerja di Dinas Perhubungan (DisHub) Pasuruan). Pak Eko telah banyak  mengeluarkan uang untuk membiayai perjalanan Bu Ningsih dalam mengobati orang yang sakit.

Entah bagaimana awalnya, Pak Eko sempat terkena serangan santet yang dilakukan oleh teman dekatnya sendiri. Saking beratnya penderitaan yang dialaminya akibat serangan santet itu, Pak Eko hampir putus asa. Namun, berkat usaha keras dari Ningsih Tinampi, Pak Eko berangsur-angsur sembuh.

“Lama juga saya mengobati pak Eko yang kena santet itu. Mungkin selama 2 atau 3 tahun saya tiap hari saya memantau  kondisi pak Eko, dengan harapan Pak Eko bisa cepat sembuh.

Tim Gaby yang penuh canda dan tawa..

Menjadi anggota Tim Gaby

Setelah Bu Ningsih makin dikenal orang sebagai praktisi penyembuhan alternatif, rumahnya makin banyak didatangi orang yang ingin berobat. Bu Ningsih tak akan sanggup menangani seorang diri. Untuk itulah dibantu oleh beberapa orang yang tergabung di dalam Tim Gaby, yang mana Pak Eko sudah barang tentu menjadi anggotanya.

Tim Gaby bukan sembarang orang, namun yang benar-benar orang-orang terdekat dengan Bu Ningsih yang dipercaya memiliki rasa kebersamaan yang kuat dan solid.

Pak Eko mungkin dianggap yang paling senior di dalam Tim Gaby.  Apalagi Pak Eko dan Bu Ningsih punya ikatan persahabatan yang sangat kuat terkait dengan masa lalu mereka.

Persahabatan Pak Eko dan Bu Ningsih menjadi semakin dekat dan erat. Kemana-mana mereka selalu pergi bersama. Hubungan antara Bu Ningsih dan Tim Gaby terjalin sangat harmonis. Di antara mereka selalu penuh canda dan tawa namun tetap serius dalam menangani pasien agar bisa segera sembuh.

Setiap hari Pak Eko selalu merekam adegan ketika Bu Ningsih Tinampi menyembuhkan pasiennya. Sudah ratusan  Video yang diunggah pada chanel YouTube Ningsih Tinampi.

Pak Eko tak ayal lagi juga ikut terkenal dan tak kalah dengan bu Ningsih lantaran setiap ada video Bu Ningsih selalu ada pak Eko di sampingnya. Bahkan Pak Eko sampai punya channel sendiri dan bahkan juga punya banyak fans.

Pecah Kongsi

Hingga sampailah pada suatu akhir cerita, tiba-tiba Pak Eko memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Tim Gaby. Hal yang tentu sangat tidak diinginkan dalam persahabatan yaitu  saat perpisahan. Pak Eko tentu punya alasan khusus, mungkin karena kesibukannya dalam bekerja sehingga tak bisa lagi bergabung di Tim Gaby.

Hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, mengapa bisa terajadi hal itu. Sebagian besar dari mereka menyayangkan, mengapa pak Eko kok tiba-tiba keluar.

Ningsih Tinampi sendiri juga tak bisa menahan, jika itu memang keputusan yang diambil oleh pak Eko. Dalam hati kecilnya juga menyayangkan, sebab selama ini Pak Eko orang yang ikut berjasa dalam perjalanan hidupnya menjadi seorang praktisi penyembuhan alternatif.

“Saya dan pak Eko tak ada masalah. Saya tetap sayang pada pak Eko dan saya yakin pak Eko juga sayang kepada saya..” ujar Ningsih pelan..

“Jika itu memang keinginan pak Eko, mungkin pak Eko punya kesibukan tersendiri, ya saya gak papa. Tapi meskipun tanpa pak Eko, saya harus tetap melanjutkan perjuangan saya dalam mengobati orang sakit” lanjut Ningsih.

Itulah sepenggal kisah tentang pak Eko dan Ningsih Tinampi. Mungkin masih banyak yang penasaran, mengapa tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba pak Eko pamit keluar dari Tim gaby. Hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu…

Berikut ini adalah video cuplikan cerita dari bu Ningsih tentang sahabatnya pak Eko dan Tim Gaby…

 

 

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *