Testimoni : “Gara-gara Ningsih Tinampi, Saya Menjadi Orang Gila.. !”

Kata orang, Ningsih Tinampi itu seorang perempuan sakti yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Tapi kenapa bagi saya, Ningsih Tinampi justru membuat saya jadi seperti orang gila?.

AWALNYA SAYA RAGU

Saya tak sengaja menemukan sebuah channel di Youtube atas nama Ningsih Tinampi. Entah saya lupa bagaimana saya bisa mendapatkan linknya. Waktu itu, Bu Ningsih masih belum banyak mengunggah video melalui akun Youtube.

Awalnya saya sempat ragu, jangan-jangan ini dukun palsu, yang mangaku-ngaku sakti dan bisa mengobati santet, teluh, guna-guna dan sebangsanya. Tapi sayapun makin penasaran, sebab jika memang ini dukun palsu, masa setiap hari mengunggah video tentang penyebuhan pasien yang terkena santet. Jika itu memang rekayasa, lalu berapa puluh atau ratus orang yang harus diajak bermain sandiwara (acting)?

Logika sayapun mulai membela. Berarti memang orang ini benar-benar sakti. Bagaimana tidak, jangankan 1 atau 2 orang dukun, seribu dukunpun yang menyerangnya dapat dia tumpas secara sekaligus. Seorang diri lagi, tanpa bantuan orang lain !.

“Luar biasa  hebat  ilmunya”, pikir saya.

Sayapun juga sempat bertanya dalam hati, jangan-jangan dia dibantu oleh jin, khodam dan sebangsanya. Berarti yang dikuasainya itu juga ilmu hitam (black magic) dong?

TERLEPAS DARI KERAGUAN

Saya semakin penasaran dan berusaha mencari tahu, siapa sebenarnya Ningsih Tinampi ini. Hingga suatu saat saya menemukan video yang menayangkan pengakuannya bahwa ilmu yang dikuasainya ini, tiba-tiba saja masuk ke tubuhnya tanpa belajar dan tak ada guru yang mengajarinya.

“Berarti memang dia telah memperoleh karomah dari Allah” itu kesimpulan saya.

Apalagi ketika bu Ningsih mengatakan dengan tegas, “Saya sama sekali tidak takut sama dukun, sebab saya punya Allah yang melindungi saya..”.

Sayapun kemudian terlepas dari keraguan dan saya sungguh yakin bahwa Bu Ningsih Tinampi ini adalah salah satu dari sedikit manusia yang mana Allah menitipkan ilmu kepadanya agar dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

APA YANG MENARIK DARI NINGSIH TINAMPI

Terus terang, saya tertarik bukan karena kesaktiannya yang bisa menyembuhkan penyakit non medis, tapi justru saya banyak belajar dari nasihat-nasihat yang disampaikan oleh bu Ningsih Tinampi. Hampir setiap malam saya menonton semua videonya dan menunggu pesan dan nasihat apa saja yang dia sampaikan. Berjam-jam waktu saya habiskan hingga menjelang pagi, demi untuk memperoleh nasihat dari bu Ningsih melalui video-videonya itu.

Setelah menonton puluhan videonya saya merasa memperoleh banyak pengetahuan yang mana hal ini semakin menambah kuat keimanan saya akan adanya kehidupan nanti setelah saya mati. Ada siksa kubur, dan hari pembalasan.

Jujur, hal ini membuat saya semakin takut, jika saya harus menghadapi siksa kubur setelah saya mati. Sebab hampir di setiap video yang saya saksikan, Bu Ningsih selalu memberi gambaran betapa pedihnya siksaan di alam kubur bagi orang-orang yang berbuat jahat dan maksiat.

Saya sering bertanya pada diri  saya sendiri,“Jangan-jangan saya nanti juga akan disiksa seperti itu?”

DIHANTUI RASA BERSALAH DAN DOSA

Saya heran, kenapa pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang di hati saya, setiap menonton video bu Ningsih. Saya bahkan sampai menangis sendiri karena tak sanggup membayangkan betapa pedihnya jika saya disiksa di alam kubur karena perbuatan dosa yang saya lakukan di dunia ini.

“Tuhan. ampuni dosa dan kesalahan hamba..” kalimat istighfar yang saya ulang-ulang dan berkali-kali. Saya hanya  berharap agar Allah memberi maghfirah-Nya.

TENGGELAM DI DALAM LAUTAN RINDU 

Ada satu hal lagi yang membuat hidup saya berubah yaitu ketika bu Ningsih Tinampi menyampaikan pesan agar senantiasa mengikuti ajaran Rasulullah Muhammad SAW. Ada yang menarik perhatian saya, yaitu ketika bu Ningsih Tinampi menyebut nama Rasulullah, saya lihat wajahnya langsung berubah muram seperti hendak menangis.

Setiap kali menyebut nama Rasulullah, bu Ningsih menangis. Lama-lama saya jadi ikut terharu dan ikut menangis sendiri menyaksikan bu ningsih menangis tersedu-sedu. Saya mengerti kenapa itu terjadi sebab bu Ningsih begitu mencintai Rasulullah dan selalu merasa rindu ingin berrtemu. Dengan menyebut namanya saja, bu Ningsih lalu menangis karena cintanya yang begitu mendalam.

orang gila

MENJADI ORANG GILA

Dari hari ke hari, saya rasanya tak ingin lepas dari bu Ningsih. Setiap ada kesempatan, terutama di malam hari saya selalu mengikuti video terbaru dari bu Ningsih, terutama jika ada acara siaran langsung pengobatan masal (live). Tak terasa saya sudah jadi pecandu videonya.

Tak hanya itu, gara-gara bu Ningsih,  sekarang saya jadi mudah menangis. Rasanya hati saya sangat rapuh meski saya laki-laki. Kadang saya merasa jadi orang gila. Bagaimana tidak?

Saya jadi sering menangis sendiri, jika teringat dosa-dosa saya. Sebelum tidur pun saya menangis saat berkirim sholawat kepada Rasulullah. Ingin sekali rasanya untuk segera bertemu dengan Rasulullah.

Airmata pun mengalir deras di pipi. Saya merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta dan rindu ingin bertemu dengan kekasih saat menyebut nama Muhammad Rasulullah.

Ada lagi perilaku yang aneh pada diri saya, yaitu saya ketika saya makan. Saat saya makan sendirian, tiba-tiba saya menangis. Mengapa?  Saya menangis hanya karena saya merasa masih diberi rezeki oleh Allah. Saya merasa masih diberi umur, kesehatan dan masih diperkenankan merasakan nikmatnya makanan yang sedang saya santap. Saya juga menyadari bahwa suatu saat ketika saya sakit menjelang kematian, maka saya tak  bisa lagi menikmati makanan ini. Saya merasa bersyukur sekali, hingga membuat saya menangis sendiri

“Lucu sekali bukan? Saya pikir-pikir, kenapa saya jadi seperti anak kecil begini ya?. Ataukah memang saya sudah berubah jadi orang gila?” 

Kadang saya juga bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya sudah mulai tak waras alias gila ya? Kenapa saya harus menangis sendiri ketika saya mengingat Allah dan Rasulullah?

Padahal, kadang saya juga merasa tidak yakin, apakah Rasulullah berkenan mendengar suara saya ketika memanggil-manggil namanya. Kenapa?

Sebab saya merasa diri saya ini manusia kotor dan hina. Apakah pantas Rasulullah menerima salam dari saya yang hina ini? Hal ini malah justru membuat saya makin menangis tersedu, menyesali perbuatan saya sebelumnya yang penuh dengan salah dan dosa.

BERHARAP-HARAP CEMAS

Tapi dari hati kecil saya yang terdalam, saya terus berdoa dan tetap berharap agar suatu saat nanti Allah mengizinkan saya bertemu dengan Rasulullah, hingga Rasulullah berkenan memberikan syafaatnya kepada saya di hari kiamat dan ketika saya berada di padang Mahsyar.

Saya tak peduli, apakah Rasulullah mendengar jeritan hati saya atau tidak. Biarlah saya sebut namanya terus menerus setiap saat. Saya terus berkirim shalawat kapanpun dan dimanapun saya berada.

“Apa iya sih, Rasulullah tidak kasihan sama saya? Bukankah Rasulullah itu manusia yang tidak tahan melihat penderitaan umatnya?

Jika batin saya menjerit memanggil-manggl namanya, ingin mendapatkan syafaatnya, apa iya Rasulullah tak mau mendengar jeritan hati saya?“, itulah keyakinan sekaligus harapan saya.

Begitulah kisah dan kesaksian saya tentang Ningsih Tinampi yang telah mengobati saya, hingga saya menjadi seperti orang gila..

Wallahu a’lam bissawab

#donibastian

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *